Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2019

Demi kebaikan, karena anak memang belum baik.

A long time ago.. Aku masih jadi anak, dan ingusan (sekarang sudah menjadi ibu, tapi masih juga ingusan). Bapak yang selalu galak (viral bapak tergalak se-RT 20) berpesan, "kamu anak.. sekalipun wedok, kudu wani, ojo nggembeng, ojo kalah karo cah lanang." Aku selalu ga' pernah pas dengan aturan-aturan dirumah yang sudah hampir mirip monarki britania raya. Masih kuat ingatan ini ketika secara tidak sengaja, aku yang berada di usia dini menghilangkan sekrup kecil yang pada saat itu ngga paham apa fungsinya. Lantas bapak galak memerintah, "Dicari sampai ketemu! Kalau enggak, jangan masuk rumah!" Scene berikutnya, ketika selepas Maghrib aku disuruh beli soto ke tempat yang (bagi anak kelas 2 SD) jauh dengan naik sepeda. Aku berusaha menolak, menangis, tapi jika bapak galak memerintah, aturan dirumah menjadi fardu ain, "Nek gak budal tuku, gak usah maem!". Lagi, ketika terjadi pemberontakan pertama..kelas 3 atau 4 aku lupa, aku sengaja bo...