Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2016

Sungguh, kisah nyata sepele ini tak berlalu begitu saja dari ingatanku..

Gambar
Namanya Ridho, mungkin usianya 7 tahun, teman putraku di kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah. Kejadiannya beberapa hari yang lalu, seperti biasa sepulang sekolah Azam pasti bercerita panjang lebar tentang hal apapun di sekolahnya. Pagi itu kotak amal sekolah mulai diisi masing-masing murid, Azam : "waduh..Iki piye Dho...jujule duitku ora eneng..?" Ridho yang disampingnya berpikir sejenak, lantas mengeluarkan uang seribuan dan diberikannya kepada Azam. Tanpa berpikir panjang, si Azam langsung memasukkan uang seribuan tersebut ke dalam kotak amal yang berupa toples plastik bening bekas makanan. (Kotak amal di sekolah tersebut setiap hari di kelilingkan, tanpa didampingi guru. Masing-masing anak bebas beramal berapapun, dan bebas mengambil kembalian karena memang tidak dikunci) Aku yang mendengar cerita Azam langsung menyela, "Trus uangnya Ridho dituker enggak sama kamu, Le...?" "Enggak!" Azam putra kebanggaanku itu menjawab polos dan tanpa beban. Masya...

Sedekah!

Gambar
Bismillah.. Pernahkah anda merasa kehilangan? Saya teramat egois ketika menggenggam erat semua harta dunia dan menganggapnya sebagai hak milik, sampai baru tersadar ketika Sang Pemilik kembali mengambil paksa titipan tersebut. Ternyata, bersedekah tak harus menunggu rezeki berlebih, bahkan sedekah perlu dipaksa, dipaksa memberi, dipaksa ikhlas. Karena kita tak pernah tahu, apakah besok masih ada waktu..

Semua Bisa Menjadi Guru

Gambar
Ungkapan dari adik lelakiku, yang saat itu sedang mengemudi disamping seorang sopir senior. Katanya sang sopir menunjukkan jalan-jalan  tikus yang sebenarnya adikku pun sudah tahu. Sang sopir senior begitu khawatirnya menyerahkan kemudi kepada adikku, hanya karena mereka belum lama kenal, mungkin juga menganggap yang disampingnya itu bocah ingusan. Kita terkadang merasa diri lebih banyak makan asam garam dari seorang bocah. Tanpa menyadari bahwa dari si ingusan kita bisa mengambil pelajaran yang mungkin dia dapat dari membaca atau pengalaman berbeda yang tidak kita ketahui atau alami. Aku pernah bercerita di Facebook, tentang seorang anak yang sedang belajar berjalan, langkahnya terhenti, lalu tersenyum gembira hanya karena menemukan sebutir permen. Bagi orang dewasa itu memang 'hanya', tapi kadang kita perlu berpikir seperti anak-anak, agar lebih mudah bersyukur. Lain cerita lagi ketika sore tadi kami kedatangan mbak-mbak cantik yang bermaksud mendemonstrasikan barang ba...