PANDEMI MEMBAWA MISI
Masih terngiang ucapan putri saya di awal pandemi, "Aku suka lihat Ibu di dapur." Begitu pernyataan polos bocah lima tahun yang otomatis membuat saya merasa tertonjok. Saya termasuk seorang ibu yang malas melakukan aktivitas dapur. Miris, terlebih usia saya di kepala tiga dengan anak pertama yang sudah kelas lima. Dulu saya menganggap jika perkara makan merupakan persoalan sepele dan mempercayakannya kepada warung makan yang banyak ditemukan di sekitar rumah kami. Sejak pandemi, rutinitas manusia di dunia berubah, termasuk saya yang seorang guru matematika di sebuah SMP. Semua aktivitas hanya dilakukan di rumah saja. Awalnya terasa aneh. Pagi yang biasanya terburu-buru menyiapkan diri untuk sekolah, hingga tak jarang mengindahkan sarapan, kehadiran covid-19 justru menjanjikan sebuah kehidupan baru yang santai dan lebih menarik. Sekarang saya bisa memasak sembari bercengkrama bersama anak-anak. Walau hanya menu sederhana, tetapi anak-anak menyukainya. Terpenting, kita hampir t...