Algoritma Kecabuhan
Anak sekarang banyak tekanan. Anak sekarang banyak tuntutan. Anak sekarang banyak saingan. Jadi begitu jiwanya tidak sanggup lagi menahan, maka bOOm! Meledak dalam wujud memukul teman, bikin konten umpatan, memberontak bahkan membacok gurunya. Mari kembali ke masa lalu. Zaman kecil saya sederhana. Pagi sarapan (wajib karena uang saku pas pasan, pas cuma buat sekali jajan), ke sekolah jalan kaki/bersepeda/naik angkutan umum itu biasa. Ya karena hampir semua anak seperti itu. Tidak ada ponsel pintar, tivi saja acaranya dunia dalam berita yang gambarnya bergaris-garis. Berita zaman dulu juga tidak semanipulatif sekarang, yang ujungnya memicu emosi. Film kartun favorit kami (baca: tidak ada pilihan) hanya ditayangkan di hari Minggu pagi, jadi iklan jajan yang menggugah selera tidak sempat bertengger dalam otak lebih lama. Bagi gen-x dan millenials, tidak ada google, jadi harus menalar tentang bagaimana caranya memetik mangga tetangga tanpa galah dan tidak ketahuan. Tidak ada media sosi...