"Dear problems.. the fact your solution rises a new problems."


Pertama-tama, maaf.. saya tidak akan mengajari buaya berenang atau 'nguyahi segoro' teman-teman pembaca.
Anggap saja sedang curcol..

Akhir tahun kemarin saya mendapat tugas untuk meminta aplikasi SKP kepada Mr.Z.
Saya langsung merasa malas duakali karena seorang kawan pernah gagal menghadapi  Mr.Z yang sesuatu banget.
Akhirnya tugas membuat SKP jadi terbengkalai.
Yang butuh SKP kan bukan cuma diriku seorang.. begitu pikir saya waktu itu.
Ternyata setelah beberapa bulan, usaha saya menghindari masalah itu justru berbuah masam.
Saya harus mengajukan berkala sekarang (saat teman-teman belum waktunya), dengan syarat SKP tersebut salah satunya.

Ya Allah.. Bukan salah ibu mengandung.
Jika seperti ini yang tersisa hanya penyesalan.
Padahal teorinya saya jago, masalah itu dihadapi, bukan dihindari.
Bahkan mungkin teman-teman pembaca pernah mengalami bahwa.. Solusi sebuah masalah ternyata adalah sebuah masalah baru.
Ingat sebuah pepatah, puncak tidak akan pernah tercapai, karena akhir dari sebuah masalah adalah awal permasalahan lain.
Lantas bagaimana solusinya?

Akhirnya saya berpikir..
Secara Islam banyak disebutkan, salah satunya.. jadikan sabar dan sholat sebagai penolongmu. (QS Al Baqarah 2:153).

Jika secara logika, harusnya kita selalu waspada, jelas bahwa masalah akan datang silih berganti. Sikap menunda pekerjaan atau menghindari masalah tersebut perlu kita buang nun jauh disana.
Menunda pekerjaan berarti menambah penderitaan.
Jadi agar kita tidak menderita, maka jangan menunda pekerjaan.
Mungkin kita akan menghadapi orang yang galak/kolot/matrealistis atau ketiganya. Tapi perlu diingat, orang-orang seperti itu harusnya menjadi cermin diri. Jangan sampai orang lain menancapkan gelar diatas kepada kita.
Lalu,
Apakah kita ini sudah sempurna? Hingga pantas untuk menuntut semua orang selalu bersikap baik kepada kita?
Bukankah hebat jika kita justru berhasil menghadapi orang-orang 'sulit' seperti yang saya sebutkan diatas, dengan tanpa mengubah diri kita menjadi 'sulit' juga seperti mereka.
Mari selalu berpikir positif dan bekerja ikhlas, jangan melulu menghitung untung rugi dengan orang lain. Karena semua akan kembali ke kita beserta bunganya.
InsyaAllah, jika kita memudahkan orang lain, maka Allah akan memudahkan kita.
Barakallahu fiikum.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Algoritma Kecabuhan

#Mengobati_Lelah_Diri_Sendiri_2

DEBUT PEMUDA