Copas dari grup WA alumni SMA Negeri 1 Geger 2003 Puisi terakhir WS Rendra yang beliau buat sesaat sebelum beliau wafat. Hidup itu seperti UAP, yang sebentar saja kelihatan, lalu lenyap !! Ketika Orang memuji MILIKKU, aku berkata bahwa ini HANYA TITIPAN saja. Bahwa mobilku adalah titipan-NYA, Bahwa rumahku adalah titipan-NYA, Bahwa hartaku adalah titipan-NYA, Bahwa putra-putriku hanyalah titipan-NYA ... Tapi mengapa aku tidak pernah bertanya, "MENGAPA DIA menitipkannya kepadaku?" "UNTUK APA DIA menitipkan semuanya kepadaku?" Dan kalau bukan milikku, apa yang seharusnya aku lakukan untuk milik-NYA ini? Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-NYA? Malahan ketika diminta kembali, kusebut itu MUSIBAH, kusebut itu UJIAN, kusebut itu PETAKA, kusebut itu apa saja ... Untuk melukiskan, bahwa semua itu adalah DERITA ... Ketika aku berdo'a, kuminta titipan yang cocok dengan KEBUTUHAN DUNIAWI, Aku ingin leb...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusSubhanallah walhamdulillahi wa la ilaha ilallahu ALLAHU AKBAR!!!
BalasHapusKeder aq moco ne Pow, di atas langit msh ada langit lagi, di bawah kita msh ada yang jauh di bawah lagi...the main point is: Don't forget to say thanks and pray to ALLAH azza wajala...syukron.
Tak lama stelah itu..
HapusMase bocah kwi nyusul (kls 4 sd), trs adike ditumpakne sepedah, dijak jalan2.. Ben ora ngganggu kerjane ibuk e..
Langsung keculek mripatku broth!