#Mengobati_Lelah_Diri_Sendiri
"Kamu berangkat pagi pulang sore, gaji nggak seberapa.. Itu kerja apa dikerjain?"
Mengutip sedikit dari Om Bob Sadino, lalu tertonjoklah saya.
Capek, kecewa, kemudian marah-marah tidak jelas kepada siapapun yang berada di dekat saya saat ini.. Dan itu sangat bodoh!
Bodoh kuadrat ketika berpikir ulang,
Siapa yang menyuruh bekerja?
Kenapa harus menuntut diri sendiri untuk bekerja keras?
Demi siapa?
Untuk apa?
Saya sengaja melihat teman-teman yang berprofesi mulia sebagai GURU HONORER.
Bagaimana mereka bekerja dengan bekal sarjana..
Berapa honor yang mereka dapatkan?
Bagaimana tanggung jawab mereka kepada para wali murid?
Bagaimana tanggung jawab mereka kepada Yang Maha Kuasa kelak?
Mungkin jawaban 'dikerjain' sangat cocok disematkan kepada para oemar bakri honorer tersebut. Tapi kenapa mereka masih memilih menekuni 'pekerjaan' itu?
Hadeeeeeehhh....!
Lelah dan keluhan datang ketika kita melihat semua hal dari segi materi. Ikhlas jadi hilang, sehingga semua yang dikerjakan terasa sia-sia.
Padahal rejeki tidak sekedar materi.
Jiwa raga yang sehat, sakinah dalam keluarga, tetangga yang baik, teman-teman yang menyenangkan, dan pastinya masih bisa menulis seperti sekarang..
Alhamdulillah.. Ini semua rejeki.
Jadi bagaimana dengan ungkapan diatas?
Maaf Om Bob.. Kami tidak bekerja! Tidak juga dikerjain!
Kami beribadah, mencari jalan menuju surga. Aamiin.
Bismillahirrohmanirrohim..
That's right Pow!!!
BalasHapusIntinya adalah bersyukur atas nikmat yg diberikan ALLAH SWT, apa dan bagaimanapun caranya, sprti halnya,sakit, kui jg anugerah..akeh hikmahnya.
Sebagai seorang Guru honor, aq bangga banget Pow, mski mgkn org melihat smbil menggumam "opo yow cukup..", tp niat kita adlh ibadah..insyaALLAH ilmune dadi pahala sing barokah...Aamiiiinnn
Aamiin.
HapusMencari jalan ke surga Tro..
cie cie.. Hidup para guru honorer !!! semoga selalu ikhlas dan pantang mengeluh kawan. saya tak memilih jalur indie saja hehe
BalasHapusNah!
HapusSip kwi bu Ros.. Daripada ora ikhlas.
Hehehe