Senja Tujuh Belas Agustus Dua Ribu Tujuh Belas
Hampir gelap kawan..
Sudahkah kamu beli oleh-oleh untuk pulang?
Jangan beli dariku, aku hanya pecundang!
Jangan.. aku sangat besar mulut,
Aku teramat sombong!
Jangan beli dariku kawan..
Aku sering mentertawakan keresahanmu!
Aku suka melihat tangismu!
Aku diam-diam melompat dengan pijakan punggungmu..
Jangan beli oleh-oleh dariku..
Karena akan kucurangi kejujuranmu!
Akan kumanfaatkan kebaikanmu!
Dan akan kukabarkan aibmu..
Sudah sore kawan..
Saatnya berkemas,
Belilah oleh-oleh pada mereka..
Jangan padaku.
Tengok langit senja itu..
Lihatlah kerutan di dahi sang mentari..
Itu raut muka lelah..
Itu air mata duka..
Dengarkan.. bibirnya mengucap lirih..
Ayo pulang..
Lekaslah kawan!
Tidak lama lagi,
Belilah oleh-oleh pada mereka..
Mereka yang kaya hati.
Mereka yang.. baik.
Ayo pulang...
Jangan beli oleh-oleh dariku,
Belilah pada mereka yang baik,
Bawa sebanyak mungkin kawan,
Agar sebagiannya bisa untukku.

Komentar
Posting Komentar